RSS

Seluk Beluk Pipet

0 comments



Bekerja di laboratorium tentu tidak akan terlepas dari urusan ukur-mengukur alias pipet-memipet terutama untuk sampel fasa cair dan pipet volumetrik-lah senjata andalannya.  Akurasi dan presisi pemipetan merupakan faktor utama keberhasilan analisa atau percobaan yang melibatkan cairan, salah sedikit dalam memimet bisa mengacaukan analisis secara keseluruhan. Pipet sudah digunakan sejak abad ke-19 oleh Louis Pasteur (1822-1895) dan kini jenis pipet sudah berkembang luas dengan tingkat akurasi dan presisi yang bermacam-macam pula.

Mengenal Jenis-Jenis Pipet Volumetrik

  • Pipet Serologis. Pipet ini terbuat dari pipa kaca silinder yang lurus dan memiliki skala volume. Ketelitian pipet serologis sesuai dengan skala terkecilnya.
  • Pipet Volumetrik Volume Tetap. Pipet jenis ini hanya memiliki 1 garis tera dengan volume tertentu, berbentuk silinder tetapi bagian tengahnya lebih gendut. Ketelitiannya lebih tinggi dibanding pipet pasteur karena garis tera berada pada bagian atas pipet yang memiliki diameter kecil.
  • Pipet Volumetrik dengan Piston. Pipet jenis ini mulai berkembang pada tahun 1960-an. Awalnya pipet ini memiliki volume yang tetap, namun kemudian berkembang hingga memiliki volume yang

Continue Reading... Kategori:


Senyawa Metabolit Sekunder

1 comments

Hutan tropis yang kaya dengan berbagai jenis tumbuhan (biodiversity) merupakan sumber daya hayati dan sekaligus sebagai gudang senyawa kimia (chemodiversity) baik berupa senyawa kimia hasil metabolisme primer yang disebut juga sebagai senyawa metabolit primer seperti protein, karbohidrat, lemak yang digunakan sendiri oleh tumbuhan tersebut untuk pertumbuhannya, maupun sebagai sumber senyawa metabolit sekunder seperti terpenoid, steroid, kumarin, flavonoid dan alkaloid. senyawa metabolit sekunder merupakan senyawa kimia yang umumnya mempunyai kemampuan bioaktifitas dan berfungsi sebagai pelindung tumbuhan tersebut dari gangguan hama penyakit untuk tumbuhan itu sendiri atau lingkungannya. 
Senyawa kimia sebagai hasil metabolit sekunder atau metabolit sekumder telah banyak digunakan sebagai zat warna, racun, aroma makanan, obat-obatan dan sebagainya serta sangat banyak jenis tumbuh- tumbuhan yang digunakan obat-obatan yang dikenal sebagai obat tradisional sehingga diperlukan penelitian tentang penggunaan tumbuh- tumbuhan berkhasiat dan mengetahui senyawa kimia yang berfungsi sebagai obat. Senyawa-senyawa kimia yang merupakan hasil metabolisme sekunder pada tumbuhan sangat beragam dan dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan senyawa bahan alam yaitu terpenoid, steroid, kumarin, flavonoid dan alkaloid.
Terpenoid
Terpenoida adalah merupakan komponen-komponen tumbuhan yang mempunyai bau dan dapat diisolasi dari bahan nabati dengan penyulingan disebut sebagai minyak atsiri. Minyak
Continue Reading... Kategori:


Pemanfaatan Mikroba dan Rekayasa Genetika utk Proteksi Tanaman Padi Terhadap Hama

0 comments

Salah satu kendala yang dihadapi dinegara beriklim tropis dan lembab dalam hal produksi suatu komoditas tanaman adalah terjadinya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) antara lain adalah serangga hama. Bahkan pada tanaman pangan tertentu misalnya padi, serangga hama masih menjadi kendala utama yang harus ditangani dengan serius yaitu penggerek batang dan wereng coklat. Di Indonesia, penggerek batang padi (Scirpophaga sp., Lepidoptera) merupakan salah satu hama utama yang menyebabkan penurunan produksi padi. Padi tahan hama penggerek batang diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut. Berbagai usaha pengendalian yang telah dilakukan oleh petani untuk mengatasi hal ini antara lain dengan penanaman varietas tahan, rotasi tanaman dan penyemprotan insektisida. Penggunaan insektisida kimia mempunyai keterbatasan antara lain dapat terurai dibawah sinar matahari dan dapat hilang akibat tercuci oleh air hujan, menyebabkan perkembangan resistensi yang cepat pada serangga hama. Penggunaan insektisida kimia  secara intensif  dalam pengendalian  hama serangga dapat merusak produksi pertanian dan  lingkungan. Terdapat banyak bukti bahwa dalam beberapa dekade telah munculnya banyak  kasus resistensi serangga terhadap beberapa jenis  insektisida kimia. Hal ini terjadi secara global termasuk di Indonesia  bukan hanya pada tanaman pangan, tetapi juga pada sayuran dan bahkan tanaman perkebunan.

Perakitan varietas unggul yang tahan hama merupakan pilihan yang murah dan aman untuk pengendalian hama tersebut. Teknik pemuliaan konvensional masih menghadapi kendala untuk
Continue Reading... Kategori: ,


Biopestisida Mikroba

1 comments

Mikroba juga dapat digunakan untuk membasmi hama tanaman. Dalam peningkatan produksi makanan para ahli melakukan penelitian pada system pengendalian secara biologis, yaitu mencari musuh alamiah hama. Pada tahun 1887, pengetahuan ini diterapkan dalam menanggulangi hama dari Australia berupa insekta perisai (hama pohon jeruk) yang masuk ke California. Hama tersebut dicarikan musuh alaminya dari Australia, yaitu suatu spesies kumbang kecil yang disebut “lady beetle”. Dengan melihat kenyataan yang terjadi pada hewan lain (misalnya insekta), tentu ada pula mikroba yang menyebabkan sakit pada hama tertentu tetapi tidak menyebabkan penyakit kepada makhluk hidup lain. Mikroba ini dapat dikembangbiakkan untuk dijadikan pestisida biologis.
Pada masa sekarang telah dikembangkan untuk diperdagangkan mikroba bakteri yang dapat dipakai sebagai pestisida, antara lain :
1. Bacillus populliae untuk mengatasi kumbang Jepang dengan menularkan “penyakit susu”.
2. Bacillus thuringiensis membantu mengatasi larva ngengat dan kupu-kupu perusak.
3. Pseudomonas aeruginoseae.

Mikroba yang diperlukan untuk pengendalian hama ini menginfeksi dan kemudian membunuh hama. Sekarang ini toksin yang dihasilkan oleh bakteri tersebut dapat dipelihara dalam kultur dan berfungsi untuk memberantas hama.
Continue Reading... Kategori:


PROTEIN

0 comments


Protein adalah senyawa organik kompleks dengan berat molekul tinggi, protein merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Protein mengandung molekul karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus (wikipedia).


Fungsi protein

Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi. Peran-peran tersebut antara lain:
1.      Katalisis enzimatik
           Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir semua enzim adalah protein.
2.      Transportasi dan penyimpanan
        Berbagai molekul kecil dan ion-ion ditansport oleh protein spesifik. Misalnya transportasi oksigen di dalam eritrosit oleh hemoglobin dan  transportasi oksigen di dalam otot oleh mioglobin.
3.      Koordinasi gerak
Continue Reading... Kategori: ,


Penisilin temuan Fleming yang Menyelamatkan W. Churcill

0 comments


Penisilin adalah sebuah kelompok antibiotika β-laktam yang digunakan dalam penyembuhan penyakit infeksi karena bakteri, biasanya berjenis Gram positif. Sebutan "penisilin" juga dapat digunakan untuk menyebut anggota spesifik dari kelompok penisilin. Penisilin ditemukan secara 'tidak sengaja" oleh ilmuwan Alexander Fleming. Lalu apa hubungannya Alexander Fleming selaku penemu penicilin dengan Winston Churcill, Tokoh besar Inggris selama Perang Dunia II? Begini ceritanya

Suatu hari Hugh Fleming, seorang petani Skotlandia yang miskin sedang asyik mencangkul, ketika mendengar rintihan minta tolong tak jauh dari kebunnya. Segera ia berlari ke arah suara tersebut dan mendapati seorang bocah kecil terperosok ke dalam genangan lumpur sampai di pinggangnya. Dengan bantuan tongkat ia berhasil menyelamatkan bocah tersebut.

Pada hari berikutnya datang seorang bangsawan dan rombongannya ke rumah si petani. Sang bangsawan menawarkan hadiah kepada si petani karena telah menyelamatkan nyawa putranya kemarin. Tapi tawaran itu ditolak. Persis ketika itu anak si petani keluar dari kamarnya.
Continue Reading... Kategori:


Ada Partikel Berlian Dalam Nyala Lilin

0 comments


Nyala api lilin ternyata mengandung limpahan berlian. Ini adalah temuan Wuzong Zhou, ilmuwan dari University St Andrews, Skotlandia, Inggris, yang dipublikasikan di Chemical Communication Journal bulan ini.

Penemuan ini bisa dikatakan tak direncanakan. Zhou hanya memenuhi tantangan koleganya yang mengatakan bahwa tak ada yang bisa mengetahui penyusun nyala lilin.

"Kolega universitas lain mengatakan, tak ada yang tahu penyusun nyala lilin. Saya bilang, saya percaya sains dan bisa menjelaskan semua, jadi saya berusaha menemukannya," kata Zhou.

Hasilnya mengejutkan. Ternyata ada 1,5 juta nanopartikel berlian dalam nyala

Continue Reading... Kategori:


Teknik Antimikrobial Assays di Laboratorium

0 comments

Pembuatan media
Dalam proses uji aktivitas antibakteri di laboratorium kimia atau mikrobiologi, pembuatan media pertumbuhan merupakan proses awal dari keseluruhan proses. Ada banyak media pertumbuhan yang dikenal, seperti NA, NB, PDA, PDB, GYP, MHA, MHB yang semuanya tergantung kepada keperluan dan melihat bakteri yang digunakan. Pada tulisan ini diambil contoh media NA dan NB yang umum digunakan dan harganya yang relatif murah. Jumlah atau komposisi pada pembuatan media juga tergantung kepada jenis media yang digunakan serta tujuan dari peneliti sendiri apakah ingin media yang kaya nutrisi atau tidak. 
Ditimbang sebanyak 20 g NA (Nutrien Agar), kemudian ditambah akuades sampai menjadi 1 liter, kemudian dipanaskan sambil diaduk sampai semua bahan larut dengan
Continue Reading... Kategori: ,


Tabel SPU Terkecil di Dunia

0 comments

 
     Familiar dengan yang namanya tabel sistem periodik unsur atau yang biasa disingkat SPU? Mereka yang memiliki basic Kimia tentu sangat mengenal tabel yang memuat unsur-unsur kimia yang ada di bumi, baik itu kalangan mahasiswa, dosen, ilmuwan, laboran atau yang lainnya. Tabel ini biasa ditemukan pada halaman-halaman buku teks Kimia atau tertempel di dinding laboratorium atau sekolah. Tapi pernahkah membayangkannya tercantum pada sehelai rambut yang tipis?

     Itulah yang dilakukan seorang profesor bernama Martyn Poliakoff. Dibantu oleh para ahli dari University of Nottingham's Nanotechnology and Nanoscience Centre, Profesor nyentrik ini berhasil mengukir 118 unsur kimia pada sehelai rambut profesor Poliakoff dengan posisi yang sama persis
Continue Reading... Kategori:


Molekular DNA & RNA dan Kloning Gen

0 comments



DNA merupakan molekul yang sangat panjang, terdiri dari ribuan deoksiribonukleotida, yang bergabung dalam suatu urutan yang bersifat khas bagi tiap organisme dan berbentuk untaian ganda.
DNA berfungsi :
v  Untuk menyimpan informasi genetik secara lengkap yang diperlukan untuk mencirikan protein.
v  Untuk membuat program pada saat yang tepat dan menempatkan biosintesis sel dan komponen jaringan secara teratur.
v  Untuk menentukan aktivitas organisme sepanjang siklus hidupnya.
v  Untuk menentukan kekhususan organisme tertentu.
Pada prokariot, DNA dikemas secara supercoiled (dalam bentuk pilinan-pilinan). Pada eukariot, DNA dikemas dengan bantuan protein yang disebut histon, dimana DNA dikemas sehingga membentuk butiran-butiran kecil yang disebut nukleosom.

RNA
                RNA terdiri dari benang panjang ribonukleotida, berupa untaian tunggal. Molekul ini lebih pendek dari DNA dan ditemukan dalam jumlah yang jauh lebih banyak dalam kebanyakan sel.
Golongan utama RNA
Continue Reading... Kategori: ,


Prospek Riset Tanaman Obat di Indonesia

0 comments

Mengkudu, salah satu tanaman yang dikenal memiliki banyak khasiat obat.

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keanekaragaman tanaman (flora). Hal ini didukung oleh keadaan geografis Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata tinggi sepanjang tahun. Keanekaragaman flora (biodiversity) berarti keanekaragaman senyawa kimia (chemodiversity) yang kemungkinan terkandung di dalamnya. Sumber daya alam yang dimiliki telah memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari disamping sebagai bahan makanan dan bahan bangunan, juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Penelitian tentang kimia bahan alam dewasa ini semakin banyak dieksploitasi sebagai bahan obat-obatan baik untuk farmasi maupun untuk kepentingan pertanian, karena disamping keanekaragaman struktur kimia yang dihasilkan juga mengurangi efek samping yang ditinggalkan dan mudah didapatkan.Indonesia memiliki ribuan jenis tumbuhan, yang harus di lestarikan dan dimanfaatkan dengan baik. Hal ini memacu dilakukannya penelitian dan penelusuran senyawa kimia terutama metabolit sekunder yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan, seiring dengan
Continue Reading... Kategori: ,


Spektroskopi IR Dalam Penentuan Struktur Molekul Organik

4 comments

     Spektrofotometri inframerah lebih banyak digunakan untuk identifikasi suatu senyawa melalui gugus fungsinya. Untuk keperluan elusidasi struktur, daerah dengan bilangan gelombang 1400 – 4000 cm-1 yang berada dibagian kiri spektrum IR, merupakan daerah yang khusus berguna untuk identifikasi gugus-gugus fungsional, yang merupakan absorbsi dari vibrasi ulur. Selanjutnya daerah yang berada disebelah kanan bilangan  gelombang 1400 cm-1 sering kali sangat rumit karena pada daerah ini terjadi absorbsi dari vibrasi ulur dan vibrasi tekuk, namun setiap senyawa organik memiliki absorbsi yang kharakteristik pada daerah ini. Oleh karena itu bagian spektrum  ini disebut daerah sidikjari (fingerprint region). Saat ini ada dua macam instrumen yaitu spektroskopi IR dan FTIR (Furier Transformation Infra Red). FTIR lebih sensitif dan akurat misalkan dapat membedakan bentuk cis dan trans, ikatan rangkap terkonyugasi dan terisolasi dan lain-lain yang dalam spektrofotometer IR tidak dapat dibedakan.
Daerah Gugus Fungsi dan Sidik Jari
Continue Reading... Kategori:


Spektroskopi UV Dalam Penentuan Struktur Molekul

0 comments


Untuk keperluan penentuan struktur, spektroskopi ultra violet memiliki kemampuan untuk mengukur jumlah ikatan rangkap atau konyugasi aromatik didalam suatu molekul. Daerah panjang gelombang dari spektrum ultra violet berkisar 200 - 400 nm. Penyerapan sinar ultra violet oleh suatu molekul akan menghasilkan transisi diantara tingkat energi elektronik molekul tersebut. Transisi tersebut terjadi pada orbital ikatan atau pasangan elektron bebas dengan orbital anti ikatan. Sistem (gugus atom) yang menyebabkan terjadinya absorbsi cahaya disebut kromofor. Transisi elektronik yang mungkin terjadi secara teoritis diberikan pada gambar (Pavia et al, 2009).

Sistem (gugus atom) yang menyebabkan terjadinya absorbsi cahaya disebut kromofor,
Continue Reading... Kategori:


TANAMAN TRANSGENIK

0 comments

Perkembangan dan kemajuan yang dicapai dalam bidang biologi molekuler telah melahirkan dan berkembangnya teknologi rekombinan DNA atau yang dikenal dengan sebutan rekayasa genetik. Rekayasa genetik atau rekombinan DNA  adalah suatu kumpulan teknik - teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi, mengidentifiksi dan melipatgandaan suatu fragmen dari material genetik (DNA) dalam bentuk murninya.  Manipulasi – manipulasi tersebut dilakukan secara in vitro dengan menggunakan material – material biologi (Khairul, 2001).
Gb: Jagung yang telah dirancang mengandung protein insektisida yang berasal dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) (Kanan) lebih tahan terhadap hama. 
Rekayasa genetika tanaman merupakan suatu teknik untuk memperbaiki sifat- sifat tanaman dengan menambahkan sifat-sifat ketahanan antara lain ketahanan
Continue Reading... Kategori:


OST Detective Conan ED 40 by Mai Kuraki, download MP3

2 comments

     Bagi para penggemar anime Detective Conan tentu tidak asing dengan suara penyanyi yang satu ini, Mai Kuraki. Sebagian besar theme song Detective Conan baik opening, ending, atau insert song diisi oleh penyanyi satu ini. Lagu-lagu seperti Kaze no Lalala, Always, Puzzle (Conan Movie 13th), Growing of My Heart (yang suka ngikutin Conan tiap minggu pagi di Indosiar dulu, tentu familiar dengan lagu ini) adalah beberapa diantaranya. Akhir bulan lalu, Mai Kuraki rilis single baru, "Your Best Friend" yang (lagi-lagi) dijadikan OST Serial Meitantei Conan ED 40.
         Shinichi Kudo Ran Mouri
         
     "Your Best Friend" sendiri merupakan single ke 37 dibawah label Northern Music.Lagu ini tepatnya dijadikan ending theme serial Meitantei Conan ke 40.

Lirik Your Best Friend
#romaji


Continue Reading... Kategori: ,


Detective Conan Movie 15, link download

0 comments

     Detective Conan Movie 15 Quarter of Silence akhirnya rilis, ini tentu menjadi kabar gembira bagi para pencinta serial anime ini. Sedikit plot Summary dari movie ini (in english):

     The governor of Tokyo gets a threat letter and the subway he later travels on explodes and kills him. As Conan investigates, he realizes that this present day mystery ties in with a mystery that occurred eight years ago in a mountain town. A young boy by the name of Touma Tachihara fell into an abyss and lost consciousness. He had only just awoken, but remembers nothing of his past. Conan soon realizes that the key to solving this mystery lies within the boy's forgotten past, and tries desperately to revive Touma's memories. But an even darker threat looms ahead as a large dam located near the mountain town is rigged with time bombs and there are only fifteen minutes before all the bombs blow and the town is crushed in a torrent of water. In a desperate race against time, Conan must perform one of his most daring rescue missions and cheat death in this heart-pounding survival mystery. Can he beat the clock, or will things melt under the storm? Find out as the clock is ticking on the Quarter of Silence! 
Running time: 69 minutes

berikut link downloadnya
Continue Reading... Kategori:


Jamur Endofit dan Prospek Pemanfaatannya

0 comments

     Dalam bidang kesehatan, penyakit yang disebabkan oleh bakteri merupakan satu masalah yang terus menghantui masyarakat. Bakteri patogen yang masuk ke dalam jaringan tubuh dan berkembang biak di dalam jaringan dapat menimbulkan infeksi. Untuk pengobatan biasanya digunakan suatu antibiotika tertentu. Dalam pengobatan penyakit infeksi, salah satu masalah yang sering dihadapi saat ini adalah terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik yang digunakan. Dengan berkembangnya populasi bakteri yang resisten, maka antibiotik yang pernah efektif untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu kehilangan nilai kemoterapeutiknya. Sejalan dengan hal tersebut, jelas bahwa ada kebutuhan untuk mencari agen antimikroba yang efektif dan baru (Barik, 2010).
     Produk alami dari tanaman yang berkhasiat obat diketahui telah lama menjadi sumber utama dalam bahan baku antibiotik. Menurut perkiraan badan kesehatan dunia (WHO), 80% penduduk dunia masih menggantungkan
Continue Reading... Kategori:


Bakteri dan Antibiotik

2 comments

Bakteri
     Bakteri adalah protista yang bersifat prokariot yang khas dan bersel tunggal (uniseluler). Sel-selnya secara khas membentuk bola (kokus), batang (bacillus) atau spiral (spirullum). Diameternya sekitar 0,5-1,0 m dan panjangnya 1,5-2,6 m. (Pelczar dan Chan, 1988). Semua bakteri bersel tunggal walaupun dalam beberapa keadaan dapat dijumpai gumpalan yang kelihatan bersel banyak. Bakteri dibagi menjadi tiga bentuk yang utama :
1. Kokus – bulat
2. Basil – berbentuk silinder atau batang
3. Spiral – batang melengkung atau melingkar-lingkar. (Fardiaz, 1992).

     Berdasarkan komposisi dinding selnya, bakteri dibedakan menjadi dua yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Bakteri Gram positif adalah bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan (molekul yang terdiri dari asam amino dan gula) yang tebal (20-80 nm) dan terdiri atas 60-100
Continue Reading... Kategori: ,


KROMATOGRAFI

0 comments

   Metode kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan secara fisika yang menggunakan dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Pemisahan ini terjadi karena adanya perbedaan migrasi yang disebabkan oleh beda koefisien distribusi dari masing-masing komponen. Salah satunya merupakan lapisan stasioner (fase diam) dengan permukaan yang luas dan fase yang lain berupa zat alir (fluida) yang mengalir lambat menembus sepanjang lapisan stasioner (Gritter et al, 1991).

Kromatografi lapis tipis (KLT)

   Kromatografi lapis tipis (KLT) fase diamnya berupa lapisan dan fase geraknya mengalir karena kerja kapiler. Dalam kajian analisis kualitatif, kromatografi lapis tipis sangat umum digunakan dalam teknik analisis kimia, antara lain yaitu:
1. Untuk identifikasi suatu senyawa.
2. Untuk mengetahui berapa banyak jenis senyawa dalam suatu campuran
Continue Reading... Kategori:


Tinospora crispa

0 comments

Tinjauan Umum Tinospora Crispa

Tumbuhan Tinospora crispa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo : Ranunculales
Famili : Menispermaceae
Genus : Tinospora
Spesies : Tinospora crispa (L.) Hook F. & T
(http://www.plantamor.com/index.php?plant=1250)

   Tinospora crispa memiliki beberapa nama lokal, diantaranya Antawali, Bratawali, Daun Gadel (Jawa); Andawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen Jin
Continue Reading... Kategori: ,


 
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors